
Identitas Buku
| Judul | Hening di Balik Suara |
| Subjudul | Kumpulan Cerita Pendek FLP Bandung |
| Penulis | Aditya F. Ihsan, Sukmawati, Ratih Sundari, Tammy Arunika, Matahari, Agus Abdullah, Grini Priyanti, Arief Munandar, Hadi Abdullah, Usep, Taufik R. Barli, Nurul M. Sisilia, Pustaka Fitrah Tsaqafah, Sri Al Hidayati, Yanto Purwanto, Han Han Tio Alfani, Rizaldi Mu’min |
| Penyunting | Sukmawati |
| Perancang Sampul | Hadi Abdullah |
| Penerbit | CV Literasi Karya Budi (Anggota IKAPI) |
| Cetakan | Cetakan I, Oktober 2026 |
| Ukuran | A5 (14,8 x 21 cm) |
| Jumlah Halaman | x + 186 |
| Kategori | Kumpulan Cerpen, fiksi, sastra, realisme sosial, prosa liris |
Sinopsis
Hening di Balik Suara memuat tujuh belas cerita pendek yang lahir dari perjalanan panjang para penulis: pergulatan personal, perjumpaan dengan realitas sosial, dan dialog yang tak selesai dengan sejarah, tanah, dan kemanusiaan. Ada cerita yang tumbuh dari pengamatan sehari-hari di gang sempit dan kampung padat, ada yang lahir dari berita perang yang jauh di layar namun dekat di hati, ada pula yang muncul dari pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang enggan diam meski tak selalu mudah dijawab.
Dari desa fiktif yang dibangun di atas ilusi dan ketakutan, reruntuhan kota yang dijatuhi bom, kampung nelayan yang lautnya dikeruk demi “kemajuan”, hingga ruang makan tempat dua orang memilih memunggungi satu sama lain — buku ini menyusuri jarak antara suara yang paling nyaring dan hening yang paling dalam. Tokoh-tokohnya tidak selalu tegar, kadang justru rapuh, terdesak, bahkan menjadi bagian dari kekerasan yang mereka hadapi sendiri. Namun dari sanalah cerita-cerita ini menemukan kejujurannya.
Judul Hening di Balik Suara dipilih untuk merangkum ketegangan itu: “suara” adalah segala yang eksplisit — teriakan, ledakan, keputusan pejabat, narasi besar tentang kemajuan. Sementara “hening” adalah ruang batin yang jarang disorot — rasa takut, cinta yang tak terucap, keberanian kecil yang tumbuh diam-diam. Buku ini adalah undangan untuk menyimak lebih saksama pada lapisan kedua itu.
Keunggulan Buku
- Keragaman gaya dalam satu napas tema. Dari fiksi ilmiah dan distopia, realisme sosial yang membumi, hingga prosa liris yang lembut — enam belas cerita ini ditulis dengan pendekatan berbeda-beda, namun tetap terikat satu benang merah: memberi suara pada mereka yang selama ini berada di pinggir.
- Isu yang dekat sekaligus relevan. Menyentuh tema-tema yang benar-benar hidup di sekitar kita: konflik agraria, krisis kemanusiaan global, kemiskinan kota, relasi keluarga yang retak, hingga pertanyaan tentang siapa yang berhak menentukan arti “kemajuan”.
- Karya kolektif pegiat literasi aktif. Ditulis oleh tujuh belas penulis dengan latar belakang berbeda — dosen, pegiat literasi, mahasiswa, hingga profesional — buku ini merepresentasikan keberagaman suara dari satu wadah yang sama, yaitu Forum Lingkar Pena (FLP).
- Disusun dengan kurasi yang matang. Dibuka dengan prolog reflektif dari Koordinator Divisi Karya BPP FLP dan ditutup dengan epilog “Membangun Jagat Ketiga” dari Dosen Fakultas Filsafat Unpar yang mengajak pembaca merenungkan peran sastra di tengah dunia yang riuh, sebagai satu kesatuan bacaan yang utuh.
- Menggugah tanpa menggurui. Alih-alih menyodorkan jawaban, cerita-cerita dalam buku ini mengajak pembaca bertanya: di pihak siapa kita berdiri ketika tanah diperebutkan, ketika berita perang berlalu begitu saja di layar gawai, ketika orang terdekat memendam luka yang tak tampak?
Hening di Balik Suara diterbitkan oleh CV Literasi Karya Budi, Bandung, sebagai bagian dari tradisi kreatif sekelompok penulis sekaligus pegiat literasi dalam merawat sastra dan nurani.
Bagikan kepada teman
