
Identitas Buku
| Judul Terjemahan | Kehidupan Bersama Al-Qur’an Apa, Mengapa, Bagaimana |
| Judul Asli | Al-Hayah Ma’a Al-Qur’an |
| Penulis | Dr. Muhammad Sa’id Bakr |
| Penerjemah | Edy Chandra |
| Penyunting | Asep Sopian |
| Penata Letak | Sujilah Ayu |
| Perancang Sampul | Tim LKB |
| Penerbit | CV Literasi Karya Budi (Anggota IKAPI) |
| Cetakan | I, 2026 |
| Ukuran | A5 (14,8 x 21 cm) |
| Jumlah Halaman | 155 |
| Kategori | Islami / Tazkiyatun Nafs / Ulumul Qur’an |
Sinopsis
Buku ini berangkat dari sebuah kegelisahan sekaligus kerinduan yang mendalam: bagaimana agar Al-Qur’an tidak berhenti sebagai bacaan yang dilantunkan atau hafalan yang disimpan dalam ingatan, tetapi benar-benar menjadi ruh yang menuntun dan menghidupkan seluruh perjalanan seorang muslim. Melalui buku ini, Dr. Muhammad Sa’id Bakr, yang dikenal dengan panggilan Abu Ja’far, mengajak pembaca memahami secara lebih mendalam apa artinya menjalani kehidupan bersama Al-Qur’an—dalam keimanan, ibadah, akhlak, maupun dalam mengemban amanah dakwah.
Agar pembahasan dapat dipahami secara menyeluruh, penulis mengemasnya melalui enam pertanyaan pokok: Apa sebenarnya makna hidup bersama Al-Qur’an, Mengapa seorang muslim perlu menjadikannya bagian dari kehidupan, Siapa yang memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk menghidupkannya, Kapan dan Di mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan, serta Bagaimana menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari. Susunan ini membuat pembahasan mengalir secara alami, seolah-olah pembaca sedang mengikuti sebuah dialog yang mengajak berpikir dan merenung, bukan sekadar membaca rangkaian dalil.
Dengan hadirnya terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh Edy Chandra, pesan buku ini diharapkan semakin dekat dengan pembaca Muslim di Nusantara. Buku ini mengingatkan bahwa hubungan dengan Al-Qur’an bukanlah kegiatan yang hanya dilakukan pada waktu atau momentum tertentu. Al-Qur’an semestinya hadir dalam setiap denyut kehidupan, menjadi sumber petunjuk, kekuatan, dan arah dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.
Keunggulan Buku
- Alur pembahasan yang terarah dan mudah diikuti.
Buku ini menggunakan pola pertanyaan “Apa–Mengapa–Siapa–Kapan–Di mana–Bagaimana” sehingga pembaca dapat memahami persoalan secara bertahap, mulai dari mengenali makna hingga menemukan cara menerapkannya dalam kehidupan. - Dilandasi sumber-sumber keislaman yang kuat.
Pembahasan diperkuat dengan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis-hadis shahih dan hasan yang telah ditakhrij oleh penulis, serta pandangan para ulama salaf. Hal ini menjadikan isi buku tidak hanya menggugah secara spiritual, tetapi juga memiliki landasan keilmuan yang kokoh. - Penyampaian yang dekat dengan kehidupan pembaca.
Walaupun sarat dengan dalil dan rujukan keislaman, bahasa yang digunakan tetap mengalir, hangat, dan mengajak pembaca untuk merenung. Buku ini dapat dinikmati oleh pembaca dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang tidak memiliki dasar keilmuan Al-Qur’an secara mendalam. - Memberikan langkah nyata untuk diamalkan.
Buku ini tidak berhenti pada pemaparan konsep. Pada bagian akhir, pembaca menemukan berbagai arahan mengenai adab berinteraksi dengan Al-Qur’an serta gagasan kegiatan yang dapat diterapkan untuk menumbuhkan kehidupan yang bernafaskan Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan masyarakat. - Terbuka untuk berbagai lapisan masyarakat.
Pesan yang dibawa buku ini menegaskan bahwa membangun kehidupan bersama Al-Qur’an bukanlah tanggung jawab kelompok tertentu saja. Anak-anak, orang dewasa, laki-laki, perempuan, dai, pendidik, maupun masyarakat luas semuanya memiliki ruang untuk mendekat, memahami, dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an. - Disajikan secara ringkas, tetapi tetap bernas.
Pembahasannya dibuat cukup padat sehingga dapat dibaca dengan relatif mudah dan tidak terasa bertele-tele. Namun, keringkasan tersebut tetap mempertahankan kedalaman pesan dan renungan yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Uraian Singkat Isi Buku
Kehidupan Bersama Al-Qur’an (Pembuka)
Buku diawali dengan renungan tentang waktu dan usia sebagai karunia Allah. Hidup bersama Al-Qur’an ditegaskan sebagai sumber kebahagiaan dan keberkahan.
Pertama: Apa yang Dimaksud dengan Kehidupan Bersama Al-Qur’an?
Bagian ini menjelaskan makna hidup bersama Al-Qur’an sepanjang hayat. Wujudnya meliputi membaca, mendengarkan, mentadabburi, dan mengamalkannya.
Kedua: Mengapa Kita Perlu Hidup Bersama Al-Qur’an?
Al-Qur’an merupakan firman Allah, sumber kehidupan, obat, dan pembawa keberkahan. Bagian ini juga mengingatkan akibat dari menjauh dan meninggalkan Al-Qur’an.
Ketiga: Siapa yang Harus Hidup Bersama Al-Qur’an?
Al-Qur’an bukan hanya untuk kelompok atau golongan tertentu. Setiap muslim, baik tua maupun muda, memiliki kewajiban untuk berpegang teguh kepadanya.
Keempat dan Kelima: Kapan dan di Mana Kita Hidup Bersama Al-Qur’an?
Kebersamaan dengan Al-Qur’an tidak dibatasi oleh waktu maupun tempat. Namun, terdapat waktu dan tempat yang memiliki keutamaan khusus, seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan malam Lailatul Qadar.
Keenam: Bagaimana Kita Hidup dengan Al-Qur’an?
Bagian ini berisi panduan yang lebih praktis. Pembahasan mencakup membaca secara pribadi, membaca dengan tajwid untuk orang lain, menyimak bacaan, serta mempelajari ilmu qira’at dan memperoleh ijazah riwayat.
Penutup yang Indah
Buku ditutup dengan syair yang mengajak pembaca merenungkan kedekatan dengan Allah melalui Al-Qur’an. Disertakan pula rekomendasi adab dan berbagai kegiatan untuk membangun budaya Al-Qur’an dalam keluarga dan masyarakat, kemudian diakhiri dengan doa yang menyentuh.
Buku “Kehidupan Bersama Al-Qur’an: Apa, Mengapa, Bagaimana” karya Dr. Muhammad Sa’id Bakr diterbitkan oleh CV Literasi Karya Budi. Dapatkan bukunya dan temukan cara menghidupkan Al-Qur’an dalam setiap detak kehidupan Anda.
