Artikel Literasi Karya Budi

Bacaan seputar menulis dan literasi

Tips praktis dan cerita seputar dunia menulis, untuk menemanimu satu langkah lebih dekat menerbitkan buku.

Naskah Mentok di Tengah Jalan? Ini yang Bisa Kamu Lakukan

Estimasi waktu baca: 4 menit

Pernah mengalami ini? Awalnya, ide tulisan terasa begitu jelas. Jari bergerak cepat di atas keyboard. Beberapa halaman berhasil diselesaikan. Lalu, tiba-tiba berhenti.

Kursor berkedip di layar. Kamu membaca ulang paragraf terakhir, menghapus satu kalimat, menulis lagi, lalu menghapusnya lagi. Setelah beberapa menit, rasa frustasi bertambah alih-alih jumlah halaman naskah.

Tenang. Buntu saat menulis bukan berarti kamu tidak berbakat menjadi penulis.

Penelitian tentang writer’s block menunjukkan bahwa kebuntuan dapat muncul karena banyak hal, antara lain kesulitan mengembangkan gagasan, kurangnya perencanaan, perfeksionisme, kecemasan terhadap penilaian, kehilangan motivasi, bahkan kelelahan. Artinya, sebelum memaksa diri mencari inspirasi, ada baiknya kamu mencari tahu dulu, sebenarnya apa yang membuatmu berhenti?

Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba.

1. Berhenti sejenak, bukan menyerah

Kalau pikiran sudah penuh, memaksakan diri terus menulis belum tentu membuat tulisan bergerak. Ambil jeda. Berdiri dari kursi, minum, berjalan sebentar, atau lakukan aktivitas lain. Jeda bukan berarti meninggalkan tulisan. Kadang, kita hanya perlu memberi kepala ruang untuk bernapas sebelum kembali melihat tulisan dengan lebih jernih.

2. Kembali ke pertanyaan awal

Buka kembali catatan atau kerangka tulisanmu. Tanyakan: “Sebenarnya, apa yang ingin kusampaikan melalui tulisan ini?” Pertanyaan sederhana ini dapat membantu ketika tulisan mulai melebar ke mana-mana. Kalau perlu, tuliskan jawabanmu dalam satu kalimat. Jadikan kalimat tersebut sebagai kompas untuk melanjutkan tulisan.

3. Jangan memaksa urutan

Kamu tidak harus selalu menulis dari halaman pertama sampai terakhir. Kalau Bab 2 membuatmu buntu, coba pindah ke Bab 4. Ada bagian yang lebih mudah ditulis? Kerjakan dulu. Setelah beberapa bagian selesai, kita justru menemukan jalan untuk kembali ke bagian yang sebelumnya terasa sulit.

4. Pisahkan antara menulis dan mengedit

Salah satu jebakan yang sering membuat penulis berhenti adalah keinginan membuat setiap kalimat langsung sempurna. Padahal, draf pertama memang belum harus sempurna. Biarkan gagasan keluar terlebih dahulu. Kalimat yang terasa berantakan masih bisa diperbaiki nanti. Jangan meminta seorang koki menyajikan makanan sempurna ketika bahan-bahannya bahkan belum selesai disiapkan.

5. Ceritakan kepada orang lain

Ketika ide terasa kusut di kepala, cobalah menceritakannya kepada teman, mentor, atau sesama penulis. Menjelaskan gagasan dengan suara keras sering kali membantu kita menemukan bagian yang sebenarnya ingin disampaikan. Masukan dari orang lain juga dapat membuka sudut pandang yang sebelumnya tidak terpikirkan.

6. Kecilkan targetmu

“Harus menyelesaikan buku” terdengar seperti pekerjaan yang sangat besar. Coba ganti dengan kalimat:

“Hari ini aku menulis satu halaman.”

Atau bahkan:

“Aku akan menulis selama 15 menit.”

Tidak perlu menunggu tulisan terasa sempurna. Yang penting, beri kesempatan pada naskahmu untuk bergerak lagi.

Pada akhirnya, naskah yang mentok bukan berarti naskah yang gagal. Bisa jadi, naskah itu hanya sedang meminta kita berhenti sebentar dan mencari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Mungkin istirahat. Mungkin kerangka yang lebih jelas. Mungkin teman berdiskusi. Atau mungkin, kita hanya perlu mengizinkan diri sendiri menulis sesuatu yang belum sempurna.

Jadi, kalau hari ini naskahmu sedang berhenti di tengah jalan, jangan buru-buru menutupnya.

Buka lagi besok. Baca lagi. Tulis satu kalimat. Lalu satu kalimat berikutnya.

Karena sebuah buku tidak selesai dalam satu kali duduk. Buku tumbuh dari langkah-langkah kecil yang terus dilanjutkan.

Punya teman yang sedang mengalami kebuntuan menulis? Bagikan artikel ini kepadanya. Siapa tahu, satu tulisan sederhana bisa membantunya menemukan jalan untuk melanjutkan naskah. []

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top