
Identitas Buku
| Judul | Celoteh Jiwa |
| Penulis | @ahlansukma (Sukmawati) |
| Ilustrator & Perancang Sampul | Rasadhika Khansa |
| Penerbit | CV Literasi Karya Budi (Anggota IKAPI) |
| Cetakan | Cetakan I, Oktober 2025 |
| Ukuran | A5 (14,8 x 21 cm) |
| Jumlah Halaman | viii + 148 |
| ISBN | 978-623-5785-06-6 |
| Kategori | Kumpulan esai, refleksi diri, spiritualitas, renungan sosial |
Sinopsis
Celoteh Jiwa memuat tiga puluh tiga esai pendek yang lahir dari pengamatan sehari-hari: perjalanan di angkot dan bus kota, obrolan di ruang rapat dan kafe, percakapan sunyi di sepertiga malam, hingga renungan tentang usia, kebahagiaan, dan takdir. Semuanya ditulis sebagai catatan reflektif, sebuah ruang bagi penulis untuk berbicara dengan dirinya sendiri sekaligus dengan siapa pun yang bersedia duduk dan mendengarkan.
Buku ini dibagi ke dalam empat bagian. Perempuan dan Peradaban menelusuri makna menjadi perempuan, dari semangat Kartini dan Dewi Sartika hingga pergulatan di dunia kerja dan budaya konsumtif. Spiritualitas dan Keimanan mengajak merawat rasa syukur, doa, dan nikmat iman. Renungan Sosial membaca ulang hal-hal kecil di ruang publik, dari seorang nenek yang tersesat di bus kota sampai media sosial yang berubah menjadi sarang limbah informasi. Refleksi Kehidupan berbicara kepada mereka yang berada di fase 27+ dan usia 30-an: tentang arah hidup, makna bahagia, minimalisme, dan hidup sebagai lakon yang dipertontonkan.
Judul Celoteh Jiwa dipilih untuk merangkum nada seluruh buku: “celoteh” yang santai, spontan, dan apa adanya, namun lahir dari “jiwa” yang sedang gelisah mencari makna. Penulis tidak berpura-pura sudah selesai dengan dirinya. Ia lebih sering menegur diri sendiri daripada menggurui pembaca, dan dari kejujuran itulah buku ini mengajak kita berhenti sejenak, lalu pulang dengan hati lapang.
Keunggulan Buku
- Suara personal yang jujur dan hangat. Gaya bertutur yang santai, memadukan bahasa Indonesia, istilah gaul, dan ungkapan Sunda, terasa seperti ngobrol dengan teman dekat, lengkap dengan humor dan teguran pada diri sendiri.
- Empat tema dalam satu napas. Perempuan, spiritualitas, kehidupan sosial, dan perjalanan usia dirangkai dalam satu benang merah: bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat, bersyukur, dan merasa cukup.
- Isu yang dekat sekaligus relevan. Menyentuh pengalaman yang hidup di sekitar kita: godaan belanja impulsif, kebisingan media sosial, kesepian di perkotaan, tekanan memasuki usia 30, hingga kenormalan baru di masa pandemi.
- Berpijak pada bacaan yang kaya. Esai-esainya merujuk pada ayat dan hadis, sejarah gerakan perempuan Indonesia, Laporan Kebahagiaan Dunia, pemikiran tentang hidup minimalis, hingga musik indie, sehingga renungannya tidak berhenti pada opini pribadi.
- Menggugah tanpa menggurui. Setiap tulisan pendek dan bisa dibaca terpisah, ditutup dengan kalimat yang mengendap. Di akhir buku, lembar refleksi mengajak pembaca menuliskan celotehannya sendiri.
Celoteh Jiwa diterbitkan oleh CV Literasi Karya Budi, Bandung, sebagai buku tunggal perdana dari penulis sekaligus pegiat literasi yang pernah memimpin Forum Lingkar Pena Cabang Kota Bandung.
Bagikan kepada teman
